Postingan

Menampilkan postingan dari 2014
Gambar
Diamlah,,,

Pagi ini aku sempatkan duduk di jendela tanpa kaca di istana kecilku sedikit merangkai aksara di kertas kusutku, lalu mendendangkannya sebagai barisan puisi sederhanaku,
“Hei , berhentilah menulis tentangku, karena aku tak akan pernah bisa membalas tulisanmu itu...”
Apa? Aku hanya bisa bermain kata-kata tidak dengan hati... duduk dan diamlah...
Biarkan aku membannjiri kertasku dengan puisi......tentangmu....

pict : from google
Gambar
Nyanyian Pilu
Lantunan indah melodi itu, alunannya yang menyayat-nyayat kalbu, seakan menceritakan sebuah cerita pilu, bila langit pun tahu, mendung yang pekatpun akan menghiasi , penghuni langit akan bersimpati, Dan bumipun akan menangisi,
“Nak, hari ini tak ada yang bisa ibu berikan, tidurlah, karena malam akan membuatmu lupa akan keroncongan, esok akan Ibu berikan yang lebih dari hari ini...” Ibu muda itu mendekap pilu perempuan kecil itu dengan membuncahkan segala tangis tertahan,
Fajar menyingsing dan tak ada lagi rengekan itu, sang gadis kecil itu tidur dengan lelapnya didekapan sang Bunda, tapi apa yang terjadi ? Tak terasa lagi hembusan hangat nafasnya, dekapan tangannya mengendor dan terasa dingin, wajahnya memucat tapi masih terselip senyumnya, sang gadis kecil telah berpulang kepada-Nya
Pagi itu terasa begitu gelap, mendung pekat memayungi rumah ibu muda itu, benar dia tinggal sebatang kara, setelah sewindu ditinggal sang imamnya, kini harta berharga satu-satunya diamb…
Gambar
Di pertemukan Sajak Singkat

Gadis itu,,,
aku sempat bertemu dengannya beberapa waktu lalu. Kita tidak sengaja bertemu di satu sudut toko buku langgananku. Kita memilih buku yang sama, seleranya bagus juga... Dia pecinta sajak juga ternyata...
Hari berikutnya, kita bertemu di tempat yang sama, masih tentang bacaan yang sama pula, Aku duduk bersamanya dengan dua cangkir di meja. Dia penikmat kopi juga. Batinku. Hanya saja aku masih enggan untuk menyapanya. Sore itu berlalu dengan kebisuan diantara dua anak manusia yang enggan untuk saling menyapa.
Keesokan harinya,,, Lagi-lagi kita duduk di tempat yang sama. Buku yang dia baca, minuman yang dia pesan, dan posisi duduk yang nyaris mirip denganku. Aku, seperti melihat diriku sendiri dalam chasing yang berbeda.
Kali ini , aku memutuskan untuk menghampirinya dan mengajaknya ngobrol. Namanya gadis, tinggal tak jauh dari toko buku itu, makanya dia sering datang ke toko buku itu. Kita berbagi cerita, kita banyak bertukar pikiran.
Satu jam, dua jam, hampir tiga …
Gambar
Long Distance....

Hi ,,,,
Have you ever been waiting for someone until you feel so bored? Now, i'm in this situation... Feel so bored, even in basicly this is an usual feel, Because there is no time like before anymore, Because there is no text as usual that I get from him anymore,,,
Because there is no Love as deep as before,,,
Now, all of the feel like dissappear, lost....

We are in Long Distance Relationshi(t)p now, We are in Backstreet Relationshi(t)p too, and We are in Busy Relationshi(t)p again,
Just trying to fight and stand in this way, but this isn't as easy as I think at the first,
Should I stop it ?




pict : from google.


GAJAH

Gambar
Satu lirik dari Tulus yang mengingatkan kan ku dimasa-masa kecil :D
Dulu julukanku "Gajah" karena ukuran badanku yang lebih besar dari mereka. Ahahhaha....selalu marah kalau mereka menyebutku Gajah, tapi kira-kira sekarang teman - temanku masih inget gak ya ama julukan ini :'DGAJAH
By: TULUSSetidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal
Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas kurakit berangka
Wajahmu tak akan pernah ku lupa
Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggilku gajah, ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingatku marah
Jabat tanganku panggil aku gajah
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Ya…

SENJA PENANTIAN

Aku hanya bisa mengingat paras wajahnya aku rekam baik-baik dalam memori otakku, aku bingkai dalam pigura kenanganku,
Sore itu,,, senja yang menjadi saksi kala dia mengucap janji, janji sehidup semati bersama sang kekasih hati...
Tulus,,, aku lihat itu jelas dari matamu, seperti malam yang selalu menantikan bulan dan bintang, seperti tepi pantai yang selalu merindukan deburan ombak,
Jangan menangis lagi, aku tak Ingin melihat butiran kristal itu keluar dari indah matamu, itu terlalu berharga bila kamu menangisinya. Dia yang selalu kamu banggakan bermain hati dengan perempuan lain tanpa kamu sadari...
Kamu tak tahu karena kamu dibutakan oleh cinta....
Hai perempuan.... Air matamu sangat berharga hanya untuk sekedar menangisi seorang pengkhianat,
Sekarang,,, bajakan hatimu, lanjutkan mimpimu, karena tak seharusnya engkau terus terpuruk di dalam penyesalanmu...
Tersenyumlah, karena mentari selalu senantiasa memelukmu dengan hangatnya,
Di sanalah...
ada seorang anak manusia yang sedang m…
Gambar
11:11 PM

Waktu di mana semua hal di dunia nyata terhenti, menghilang, dan takkan pernah kembali.”
Denting jam ditembok, seolah seperti sebuah simphony yang memekakan telinga, dan mengiris ulu hati. Alunan pilu not-not yang entah dari mana sumbernya, merangkai menjadi alunan dentingan yang syahdu. Teriris.
Dentingan yang tidak biasa yang pernah aku dengar. Jam dinding itu selalu berdenting di putaran-putarannya dan selalu sama. Tapi, tepat pukul 11: 11, dentingannya sangat lembut, lebih lama, dan selalu berhasil membuat bulu kudukku berdiri tiap kali aku mendengarnya.Mungkin saja kalau jam dinding itu bisa bicara,dia ingin sekali mengatakan sesuatu kepada setiap seseorang yang melewatinya, tapi....jam dinding hanyalah jam dinding, dia benda mati dan tak akan bisa berkata.......
Jam dinding itu menempel di dinding diantara rak-rak buku milik omaku, jam dinding yang selalu menyita perhatianku tiap kali aku berada di ruangan baca itu. Karena bentuknya yang unik, terkesan klasik, dan usianya…
Gambar
ILLUSION


Everything has happened and will be happen in the world has a reason. Whether it's rational or irrational, whether it has a wanted reason or not. That's happening with a girl 23 years old. Ennelis. She is a daughter from the most famous businessman in her town. Her Daddy has abundant wealth, his wealth was predicted never all over until his seventh descent. That's not weird if Ennelis accustomed with glamour life. Everything that she wants always she gets, because her father gives it for her. But, only one that never she gets from her father, it is affection. Ennelis spends her time in her room, she called “screet garden”. After her mom passed away, she never goes to school, she never works anymore. She just collects an awkward doll. She likes it. She feels there are so many friends in her screet garden. She just talks to the doll for along day. Sometimes she forgets to eat, to take a bath, even to sleep. It's sound odd habitual, but she has reason why …
Gambar
Jingga yang merona orange, memberikan arti lain dari seorang penulis jingga,

hai jingga, aku di sini kembali menulis tentangmu,
Engkau terlihat angkuh dan mempesona,
mau tahu hal apa yang aku lakukan ketika aku menulismu?
Aku duduk di sebuah jendala tanpa kaca,
yang tepat mengarah ke hadapannya,
kali ini aku berani kan melihatmu langsung,
aku berani memandang wajahmu langsung,
bukan lagi dari sisi sampingmu, atau bahkan dari sisi gelapku.

Kali ini aku bercerita tentang betapa lemahnya dirimu.
Aku yang selama ini menulis semua keindahanmu sudah jengah,
karena begitu banyak kata-kata indah yang aku pilihkan untuk membingkaimu
dalam sebuah figuraku.

Orang di sana, tak akan tahu betapa indahnya dirimu
bila aku tak menulismu,
selama aku tak menulis tentangmu, kamu terlihat memudarkan
karena aku yang sebelumnya selalu mengingatkan orang di sana
betapa mempesonanya dirimu dalam tulisanku.
Tak bisa kan kamu tanpaku :)

Tenang saja jingga,
penulismu ini tak pernah berhenti mengagumimu.
Aku tida…
March, 29 2014 2:20 pm

Harga mati untuk sebuah cinta adalah pengorbanan.

Jangan pernah keluhkan seberapa besar pengorbanan yang telah kamu lakukan untuk pasanganmu bila kamu  masih menginginkan sebuah balasan darinya.
Bukankan cinta itu tak bersyarat?

Semua itu adalah sebuah sebab-akibat, seperti kebaikan atau ketulusan yang kamu berikan kepada pasanganmu akan kamu dapatkan suatu hari nanti meskipun bukan sekarang bisa langsung kamu rasakan. Tetapi ketika kamu mendapatkan yang sebaliknya dari apa  yang telah kamu berikan kepada pasanganmu, percayalah dia bukan terbaik untukmu. Jangan pernah berfrikir keburukan perilaku yang kamu dapatkan itu sebuah karma atau kutukan-kutukan menakutkan lainnya, ini hanya ujian Tuhan kepadamu sejauh mana kamu bisa menghadapinya.( Kamu pernah menghadapi yang lebih berat dari ini kan, kali ini kamu pasti bisa menghadapinya sendiri. :) )

Cinta seseorang kepada kekasihnya adalah karena dia ingin mendapatkan balasan yang serupa yang dia berikan kepada pasan…
EZA (Dalam dimensi yang tak tersentuh)
Pernah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Kalau istilah kerennya she “love in First sight” , perasaan berbunga-bunga, senyum-senyum sendiri, tiap hari jadi semangat, pokonya indah deh :D udah pernah kan pastinya, nah mungkin perasaan ini yang sedang dialami Eza ketika dia bertemu dengan makhluk tampan nan rupawan, Wira. Dan pertemuan sore itu membuat keduanya tahu bahwa hidup mereka tidak akan pernah sama seperti sebelumnya. Wira seorang cowok bertubuh atletis , proporsional tinggi, sempat menarik perhatian Eza yang dibuat tertegun beberapa saat ketika melihat sosok Wira di depannya sedang berenang dengan lihainya. “Akkkkkkhhh,,,,keren banget tuh cowok,namanya siapa ya?”,kata Eza dalam hati. “Pengen kenalan she, etapi masa iya cewek duluan nyamperin,ahh, tapi kapan lagi cobak ,ketemu cowok jago renang, berbadan atletis, keren pula ! “, pujinya dalam hati. Otak Eza mulai menari-nari berimajinasi, mencari cara bagaimana agar bisa berkenal…