Minggu, 25 Mei 2014

SENJA PENANTIAN



Aku hanya bisa mengingat paras wajahnya
aku rekam baik-baik dalam memori otakku,
aku bingkai dalam pigura kenanganku,

Sore itu,,,
senja yang menjadi saksi kala dia mengucap janji,
janji sehidup semati bersama sang kekasih hati...

Tulus,,,
aku lihat itu jelas dari matamu,
seperti malam yang selalu menantikan bulan dan bintang,
seperti tepi pantai yang selalu merindukan deburan ombak,

Jangan menangis lagi,
aku tak Ingin melihat butiran kristal itu keluar dari indah matamu,
itu terlalu berharga bila kamu menangisinya.
Dia yang selalu kamu banggakan bermain hati dengan perempuan lain
tanpa kamu sadari...

Kamu tak tahu karena kamu dibutakan oleh cinta....

Hai perempuan....
Air matamu sangat berharga hanya untuk sekedar menangisi seorang pengkhianat,

Sekarang,,,
bajakan hatimu, lanjutkan mimpimu,
karena tak seharusnya engkau terus terpuruk
di dalam penyesalanmu...

Tersenyumlah,
karena mentari selalu senantiasa memelukmu dengan hangatnya,

Di sanalah...

ada seorang anak manusia yang sedang memperhatikanmu bangkit dari kegagalan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar