Follow Us @soratemplates

Rabu, 10 Januari 2018

Neverland ala Anita

Januari 10, 2018 0 Comments

Neverland berasal dari kata Never (tidak pernah) dan Land (daratan). Artinya daratan yang tidak pernah ada tapi ada. Dimana tempatnya ? di otak.
And I believe that everyone has their own Neverland.

Kalau Di neverland ku, di sana ada kerajaan besar, terbuat dari permen dan coklat. Bangunannya kokoh meskipun seringkali diterpa angin dan hujan.
Di Neverland, tinggal berbagai macam jenis makhluk hidup, bukan makhluk hidup biasa, karna di sana hewan dan tumbuhan pun bisa berbicara seperti manusia lainnya. Ada Brokolicious, Melonista, Wortelita, Cabelita, Catty, Doggie dan masih banyak lagi.
Di Neverland, sepanjang mata memandang terhampar rumput hijau nan subur, pohon-pohon rimbun yang teduh tanpa terkesan angker, bukit-bukit yang subur ditumbuhi berbagai tanaman terbaik dan seperti tidak pernah habis bila tiap hari dimakan dombanisa dan Rusalita.

Di Neverland, aku bisa selalu menemukan hal-hal yang menyengkan di sana, aku bisa mencurahkan semua kekesalan, kekecewaan, dan kesedihan yang aku alami di "sini".
Di Neverland, tinggal juga satu makhluk kreatif yang senantiasa bekerja tanpa lelah di segala kondisi jiwa.

Jadi, bagaimana Neverland itu bisa berpengaruh terhadap tubuh ini ?
Ketika di dunia nyata aku mengalami kesedihan aku hanya akan menyebrang ke Neverland, di sana aku datang dengan segala kekesalan yang tengah aku alami. Setelah meluapkan segalanya, Neverland akan mengolah kesedihan itu dan mengubahnya menjadi molekul-molekul yang menyenangkan, semua hal yang bisa membuat hati ini menjadi bersemangat kembali. Kemudian, hasil olahan yang  berupa molekul ajaib itu yang akan dialirkan oleh sel darah dari otak menuju ke hati. Sel darah menjadi satu2nya distributor yang akan memastikan molekul ajaib terdistribusikan dengan baik ke hati. Sehingga, hati yang telah terkontaminasi dengan berbagai macam penyakit hati akan diobati dan disembuhkan dengan baik.
Apabila hati yang sehat dan bersih, maka akan memberikan energi positif terhadap tubuh ini.
Di sinilah manusia kreatif itu mulai bekerja, dia mengeluarkan karya-karya dari susunan aksara nan indah untuk bisa ditulis agar pesannya bisa disampaikan dengan baik.

Jadi sebenernya kamu bicara apa ta ? Aku bicara tentang sugesti. Bagaimana sugesti dari dalam diri sendiri menjadi motivasi terbesar yang bisa diberikan. Karena Neverland itu terdapat di salah satu bagian tubuh terpenting kita yaitu otak. Jadi, otak yang akan memberi signal ke pada anggota tubuh bahwa hati telah bisa melakukan fungsinya dengan baik. Dengan begitu, tubuh mendapat energi positif dari dalam tubuh dan melakukan hal-hal yang positif juga.

So, everyone deserves to have their own Neverland.
Selain itu, jangan gantungkan kebahagiaanmu kepada orang lain, karna tak ada orang yang berhak atas itu. Yang mengenal dirimu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain.

Rabu, 11 Oktober 2017

Tips Agar Perjalanan "Sendiri"mu Menyenangkan

Oktober 11, 2017 0 Comments
Everybody loves to travel. Iya itu udah pasti. Apalagi kalau bisa traveling bareng teman, sahabat, atau keluarga. Lebih istimewa lagi kalo bisa traveling bareng pasangan (ini buat yang punya pasangan ya), kalau anak muda jaman sekarang bilangnya relationship goals. Ya semacam itulah. :D

Tapi, pernah gak kalian melakukan perjalanan sendiri ? Entah itu perjalanan jarak dekat atau jauh ? Pasti akan BT banget ya kalau semisal harus bepergian sendiri kemana-mana. Pasti akan muncul pikiran begini, "nanti aku ngobrol ama siapa?", "nanti makannya ama siapa ?", "nanti kalau tidur gmna ? gak ada tempat sandaran ? *ehh...., apalagi kalau destinasi yang akan kita datangi itu merupakan tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya. Nah, karena banyaknya pertimbangan inilah yang menjadikan beberapa perjalanan kamu batalkan gara-gara takut mati gaya selama perjalanannya kan sayang banget. - Iya aku juga sayang-

Berdasarkan pengamatan dari pengalaman yang udah pernah aku alami, alasan kenapa seseorang itu melakukan perjalanan sendiri adalah pertama, karena seseorang itu memang butuh waktu untuk sendiri, kedua karena terpakasa. Kalau aku lebih sering yang kedua guys, hahahah...

Anyway, mau terpaksa atau enggak, aku mau kasih tips nih buat bikin perjalanan sendirimu menyenangkan, check this out:

Pertama, sebelum hari H datang, pastikan kalau kondisi badan kamu benar-benar fit. Tapi, kalau misalkan mendadak gak enak badan , batuk atau pusing, harus cepat tanggap dan sedia obat atau sejenis fresh care untuk meredakannya. Karena kita akan melakukan perjalanan sendiri -dimana gak akan ada teman bisa buat kita berkeluh kesah apalagi senderan- jadi, kira harus pintar-pintar mengurus diri kita sendiri ya guys.

Berikutnya, kalau kamu hobi membaca, membawa buku favorit selama perjalanan jauh itu worthy banget. Karena kamu bisa membaca novel atau bacaan kesukaanmu selama perjalanan, jadi ini sangat berguna banget buat kill the time. Dan perjalanan yang jauh dan sendiri mu itu gak akan terasa membosankan. Coba deh !

Next, jangan lupa charge hape yang penuh ya guys, karena selain membaca buku, mendengarkan musik selama perjalanan itu juga akan membuat perjalanan terasa lebih cepat dan menyenangkan. Selain mendengarkan musik, bagi pecinta film kamu bisa menyimpan film ke memori hape kamu. Atau kalau itu dari youtube atau media lainnya kamu bisa save offline video dan menontonnya ketika kita dalam perjalanan.

Selanjutnya, jangan lupa bawa makan dan minum. Selain dua item di atas, kamu juga harus bawa makanan dan minuman secukupnya selama diperjalanan. Perjalanan sendiri bukan berarti kamu gengsi untuk makan di kendaraan, kan gak asik banget kalo harus menahan lapar gara-gara gengsi atau malu karena gak ada temen makan. Tapi, bagi kalian yang melakukan perjalanan dengan kereta api, saat jam makan kamu bisa ke gerbong restorasi untuk membuka bekal atau memesan makanan di sana apabila kamu terlalu gengsi atau malu untuk makan di depan penumpang yang gak kamu kenal.

Nah, itu kiranya beberapa tips buat kamu yang enggan buat nge-trip sendiri. Semoga tips di atas bermanfaat ya...... ^_^
❤❤❤❤❤❤❤









Minggu, 24 September 2017

Jingga Kembali

September 24, 2017 0 Comments
Aku putuskan untuk menguburmu dalam, tapi namamu terlalu jelas untuk dilupa.
Aku mencoba mematikan bara apinya, karena aku takut akan terbakar panasnya.
Susah payah aku berjalan tanpamu, terseyok-seyok dengan luka yang susah sembuh, luka parah tapi tak berdarah.

Kemudian....

Aku memutuskan melukismu dalam setiap puisiku, mengabadikanmu dalam aksara dan bahasa yang hanya aku dan hatiku yang mengerti.

Aku sudah baik-baik saja seperti ini, duduk di tempatku seharusnya berada dan menikmati apa yang bisa aku nikmati.

Aku juga sudah baik-baik saja tanpa kamu ada...

Tapi kemudian kamu kembali, mengingatkanku akan luka yang sudah lama pergi,
mengingatkanku akan rasa yang sudah lama mati.

Tapi hati hati tetaplah hati, kamu akan selalu menjadi orang yang paling bisa aku maklumi.
Dan lagi-lagi kamu kembali, dan akhirnya pergi lagi....
Seperti kabut, yang datang dan pergi saat aku tak bisa memprediksi kondisi hati....


Kamis, 07 September 2017

Date The Girl Who Reads - Rosemarie Urquico

September 07, 2017 0 Comments
This is the reason why you (boys) should date the girl who reads. I was smiling every time I read this one. Why ? Since, I feel that this quote for me :'D 
And, make me proud that the girl who reads also have their own unique characters that make them beautiful from inside. Her knowledge, her opinion, her thinking has built her behaviours as well. So, imaginative girl isn't as weird as you think, boys. You just couldn't think as imaginative as her. Remember that. :)

#Date The Girl Who Reads - Rosemarie Urquico

“You should date a girl who reads.
Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes, who has problems
with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag.
She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has
found the book she wants. You see that weird chick sniffing the pages of an old book in a secondhand book
shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow and
worn.

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the
non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s
making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if
she likes the book.

Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship.
Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent.
Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas, for anniversaries. Give her
the gift of words, in poetry and in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you
understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by
god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.

She has to give it a shot somehow.

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things:
motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.

Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who read
understand that all things must come to end, but that you can always write a sequel. That you can begin
again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.

Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters,
develop. Except in the Twilight series.

If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always
come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over
Skype.

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You
will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce
your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old
age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.

Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life
imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better
off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.
Or better yet, date a girl who writes.”

― Rosemarie Urquico

Kamis, 23 Maret 2017

Part 5

Maret 23, 2017 0 Comments


Rindu ,,,,
tak selamanya ada penawarya,
hanya terkadang kita perlu untuk merasakannya saja tanpa perlu orang lain tahu akan apa yang dirasa.
Seperti bulan yang selalu merindukan bintang meski awan tebal menyelimuti indah sinarnya,,,
Mugkin rindu hanya perlu untuk disimpan di hati karna bila disampaikan kepada seseorang hanya akan menambah perih karena terluka oleh rindu,
Lebih perih lagi ternyata seseorang itu tak pernah merindukan ,karna dia memiliki penawar rindunya sendiri...

Kini aku sadar kalau ternyata terlalu cepat menafsirkan kebaikan yang diberikan oleh seseorang terhadap kita bisa menjadi boomerang untuk kita sendiri.Terlalu bergantung pada seseorang itu dan bahkan menggantungkan kebahagiaan kita kepadanya. Bodoh !
Orang rasional seperti ku masih juga lumpuh hanya karna kata-kata cinta, gombalan, dan perlakuan manis. Tidak, ini bukan pertama kalinya, tapi sudah kesekian kali. Dan terjadi lagi...

Aku berjalan menyusuri boulevard menuju ke tempat kerjaku. Beberapa saat aku terdiam di tempat-tempat di mana aku biasa menghabiskan waktu dengan Reno (ketika itu).Terkadang, tempat-tempat yang awalnya menjadi lokasi favorit, kini hanya menimbulkan luka dihati ketika berada di sana, bahkan hanya melewatinya saja membuat aku terdiam, ada perasaan yang tiba-tiba masuk entah apa itu. Dua perasaan yang muncul bersamaan antara benci dan rindu.

Semakin aku memikirkannya semakin aku tahu begitu naifnya aku yang terus-terusan saja memikirkannya. Orang yang telah membuatku berpikir kalau dirinya adalah seseorang yang akan terakhir belabuh di dermagaku, orang yang akan mengijinkanku menjadi satu-satunya penumpang dan akan berlayar bersamanya. Ternyata itu hanya imajinasiku saja, sekalipun dia tidak pernah mengharapkan bahkan menginginkan aku menanjadi satu-satunya penumpang dalam kapalnya.

Dia selalu punya caranya sendiri untuk membuat kejutan-kejutan dalan hidupku. Seperti yang telah dia lakukan beberapa minggu lalu di cafe favorit aku dan  dia. Bukan sesuatu yang menyenangkan, tapi sesuatu yang membuatku enggan lagi mampir di cafe itu. Kini, aku bukan lagi pengunjung setia di cafe itu, aku bukan lagi orang yang menempati meja yang dekat jendala.

Butuh waktu untuk benar-benar merelakan seseorang itu pergi, apalagi mereka pergi di saat kita belum siap sama sekali, saat kita masih terus merindukannya tapi dia tak pernah kembali lagi...

Aku, harus mengalami masa-masa terpuruk lagi, masa-masa yang paling aku benci. Bila aku tak pernah jatuh cinta, aku gak harus berpisah dengannya. Bila aku gak pernah bertemu dengannya aku gak akan pernah merindukannya, bila aku gak pernah mengenalnya aku takkan pernah ingin tahu tentang hidupnya. Tapi aku melanggar itu semua. Itu hanya doa yang tak akan pernah terkabul.

Semua sudah terjadi, jatuh cinta dan patah hati memang satu paket komplit.
Tentangnya menyimpan air mata, tawa, investasi waktu, dan pengharapan. Menyangkal, menolak, memberontak hanya akan membuat aku semakin lelah. Akhirnya aku mengitkuti arusnya yang misterius ini, mau sampai mana akan menemukan hilirnya.




Selasa, 29 November 2016

Cinta Tak Harus Memiliki (?)

November 29, 2016 0 Comments



Berawal dari "Jodoh gak kemana", dan berujung dengan "Cinta tak harus memiliki". Entah kenapa saya gak suka kata-kata itu. Klise. Dramatisasi yang hanya ada dalam puisi dan lirik lagu, novel juga sinetron. Mungkin maksudnya bagus sih, biar kita gak perlu terlalu "ngoyo". Tapi gini lho, kalo kita terpaku dengan kata-kata itu kita sama sekali gak ada usahanya, hanya menunggu datangnya jodoh kepada kita atau rela begitu saja melihat cinta kita meninggalkan kita tanpa kita melakukan sesuatu.
Hello,,, hidup itu perjuangan kalo gak mau berjuang gak usah hidup. Simple kan :D

Dalam kehidupan nyata, keikhlasan untuk membiarkan orang yang kita sayang atau yang kita cinta malah menjalin hubungan atau bahkan memutuskan menikah dengan orang lain itu bukanlah hal mudah. So, apa yang harus kita lakukan ?

Jadi begini (seharusnya), ketika kita sudah mengusahakan apa yang seharusnya kita perjuangkan tapi ternyata takdir berkata lain, yang perlu kita lakukan adalah....kita harus tetap sadar, bangun dari mimpi, dan jangan sampai lumpuh (otak). Karena ada banyak kasus ketika mereka patah hati dan terjatuh, cinta buta malah yang muncul dalam hatinya. Sebagian pecinta itu menganggap dirinya telah memiliki "cinta sejati yang padahal itu hanyalah kebutaan sejati" (perahu kertas -Dee). Cinta sejati itu ya harus memiliki bukan hanya sebatas berhenti dihati. Itu sih menurut saya :D

Tidak ada salahnya untuk tetap berdiri pada satu hati, karena sebagian orang tak mudah untuk berpaling. Lagi-lagi ini masalah waktu, tidak butuh waktu panjang untuk membuat seseorang itu jatuh cinta, tapi sebaliknya kita butuh waktu yang panjang untuk sekedar berpaling dari hati seseorang.

Sebenarnya tulisan ini adalah nasihat untuk puisi-puisi yang pernah aku posting sebelumnya. Selamanya kita tidak bisa menyimpan perasaan itu sendiri, diam-diam mencintai seseorang tanpa dia tahu kalau kita mencintainya. Itu adalah perasaan yang ternaif yang pernah saya rasakan. Karena sebelum saya memperjuangkan sesuatu itu, saya terlebih dulu dibuatnya menyerah.
(Anyway, sisi positif dari kondisi terpuruk saya dimana ketika itu perasaan saya yang berperan lebih dominan, puisi lah satu-satunya media terbaik untuk menyalurkan perasaan. :))

Jadi, pesan moral yang mau saya sampaikan di sini adalah perjuangkan apa yang seharusnya kamu perjuangkan tapi ketika kita tak bisa memiliki seseorang yang kita cintai, sesegera mungkin untuk mematikan perasaan itu, sebelum baranya membakar dirimu sendiri. Apabila kita mencintai seseorang sebisa mungkin untuk membuatnya tau tentang perasaanmu Karena dalam contoh kasus seperti ini, kamu, adalah satu-satunya orang yang menderita. Mencitai seseorang dengan sepenuh hati boleh saja, tapi jangan lupa kalau dirimu juga butuh dicintai.

Stop admiring and stop chasing the wrong person, since the right person never let you down. ^_^



Jumat, 11 September 2015

Part 4

September 11, 2015 0 Comments



Mendung semakin pekat, malam semakin tidak bersahabat, lantunan nyanyian sang angin malam mulai membisikkan badai, butiran air dari sang mata langit berjatuhan menjadi bulir-bulir yang semakin membesar dan rapat. Hujan.

Aku termenung disamping jendela kamarku, kubiarkan sedikit terbuka dan hujan diluarpun ribut ingin masuk melalui celah-celah jendela. Langit seolah mengerti kegundahan hatiku. Seharusnya aku lebih bisa menerima kenyataan kalau ternyata Reno sama sekali tidak tertarik kepadaku. Aku harus cukup tahu diri. kalau memang Reno harus memilih, tentu bukan aku jawabannya. Masih banyak yang lebih baik di luar sana. Ah, basi ! Aku sedang tidak mau mendengar kata-kata bijak itu.

Aku biarkan lamunanku jauh melayang entah sampai ke negeri antah berantah. Jauh, fantasiku terlalu jauh. Aku tarik diriku dari lamunanku dan aku tahu, aku masih duduk termenung disamping jendela kamarku. Sebaiknya aku kembali ke duniaku, dunia yang penuh dengan ambisi, dunia yang penuh dengan kompetisi, dan dunia yang dulu ada sebelum Reno ada dalam hidupku.

Sepertinya aku harus kembali,,,,,

Ponselku berbunyi, Michale Buble – Love iring favoritku terdengar memenuhi ruangan kerjaku. Tampak dilayar kaca sebuah panggilan dari “Manusia Planet” , aku biarkan terus Michale Buble bernyanyi sampai akhirnya ponsel itu diam, baru aku menyentuhnya dan meyakinkan diri kalau yang baru saja telfon adalah Reno.

Setelah perbincangan itu, aku mundur perlahan dari dunia Reno. Aku mulai pura-pura sibuk dihubungi, pura-pura banyak acara, pura-pura tidak ingiin makan siang dengannya, pura-pura tidak mau dijemput, dan kepura-puraan lain yang aku lakukan selama ini hanya untuk menghindar dari Reno. Maaf Reno.....

Ini, kali keduanya aku benar-benar jatuh cinta kepada seorang pria. Sebelumnya kepada Yoga yang tak pernah tersampaikan , dari cinta monyet sampai sekrang ini. Dan ini, aku dipertemukan dengan Reno dengan cara yang sungguh singkat dan tak pernah aku bayangkan sebelumnya akan ada pertemuan seperti itu dalam hidupku.

Memang, Tuhan selalu punya caranya sendiri untuk mepertemukan seorang yang berjodoh....

Jodoh ? Aku rasa akan ada pertemuan aneh lagi setelah ini. Aku tak yakin akan berjodoh dengan Reno, jangankan berjodoh, mencoba menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saja tidak.

Sejak itulah intensitas pertemuan kami drastis berkurang. Aku yang kembali dengan segudang kesibukanku, dan Reno? Entahlah,,,sudah lama kita tidak pernah komunikasi lagi. Mungkin Reno benar-benar hanya sepenggal kisah yang datang dalam cerita hidupku, hanya sebagai orang yang datang dan pergi begitu saja tapi membekaskan sebuah rasa yang berbeda.

Mendung di hatiku semakin pekat, hujan deras sepertinya tak bisa lagi di tahan. Aku biarkan hujan itu membasahi seluruh hatiku, tak terlihat dari luar, hanya ada senyum kamuflase yang menutupi apa yang sebenarnya terjadi.Hujan itu, karena ada rasa rindu yang besar ditahan dan tak tersampaikan. Aku merindukan saat-saat singkat bersama Reno. Aku merindukan bercanda dengannnya, bertukar pikiran dengannya, bercerita hal-hal gila bersamanya.

Genap sebulan sudah aku menghilang dari kehidupannya, pun Reno benar-benar menghilang dari hidupku. Kalaupun bertemu mungkin kita sudah tak seperti dulu lagi. Dan ternyata pertemuan itu kembali terjadi, di tempat pertama kali kita bertemu, di tempat favoritku. Kalau saja aku tahu akan pertemuan itu lagi tak akan aku pergi ke cafe sore itu.
Seperti tak percaya apa yang ada dihadapanku, aku melihat sesosok Reno sedang asik berbincang dengan seorang gadis manis, berambut panjang, dan berparas elok. Sungguh, seperti yang terjadi di sinetron-sinetron, atau di film-film drama lainnya, kejadian yang membuat tokoh Protagonis bisa menjadi tokoh Antagonis seketika ketika hal buruk terjadi dalam ceritanya.

Aku mematung, kaki terasa berat melangkah. Apa yang terjadi, kakiku seperti memaku di tempat aku berdiri saat itu, di depan pintu tepat cafe itu. Ingin sekali berputar arah dan berbalik berlari sekencang-kencangnya dan sejauh-jauhnya dan tak akan kembali lagi. Tapi sayangnya, Reno terlanjur melihatku ketika itu, tak mungkin aku berbalik arah dan pergi, itu sama aja aku kalah.

Aku kuatkan hatiku, aku yakinkan padanya kalau semua akan baik-baik saja. Aku tahu ada yang tercabik-cabik rasanya di dalam, hujan semakin pekat didadaku, perasaan rindu yang dalam itu terbayarkan dengan luka yang amat sangat dalam. Kenyataan yang sama sekali tak pernah aku harapkan. Tapi,,, beginilah adanya....
Aku lunakkan lidahku yang kelu, untuk menyapa dua orang yang ada di hadapanku.
“Hallo.....”.