Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013
"Jodohmu adalah kutukan terindah dalam hidupmu."
Perbincangan siang itu membuat saya kembali teringat akan pepatah di atas.  Ada yang pernah mendengar pepatah di atas sebelumnya?
Pepatah di atas saya dapatkan dari salah satu tutor saya ketika saya duduk di bangku SMA, masa putih abu-abu. Sayangnya , sebelum saya sempat menanyakan filosofi dari pepatah di atas, saya lebih dulu lulus sehingga komunikasi dengan beliaupun sangat terbatas. Karena keterbatasan komunikasi inilah saya mengurungkan niat saya untuk menanyakan langsung kepada beliau.

Jodomu adalah kutukan terindah dalam hidupmu , dalam hati kecil saya sempat protes memang , kenapa harus kata kutukan, kenapa tidak diganti dengan kata lain, anugrah misalkan. Apa mungkin kata kutukan adalah kata yang terakhir beliau pilih untuk menyampaikan maksud dari pepatah di atas. Tapi yasudahlah itu semua masih sekedar spekulasi yang belum ada penjelasannya sampai sekarang.
 Telaah demi telaah sudah saya lalukan untuk mengupas tunta…
Gambar
"Seperti burung yang harus terbang tinggi tapi sebenarnya dia takut ketinggian, seperti ikan yang seharusnya mengarungi samudra padahal dia takut akan derasnya ombak, seperti aku yang berjalan dengan satu kaki padahal aku harus mendaki gunung yang tinggi."
Bukan ingin menjadi perempuan cengeng atau manja, bukan lagi seorang gadis kecil yang kadang harus ditatih untuk berjalan. Bukan, ini Anita sedang mengalami suatu proses hidup yang tidak mudah tapi berkesan, yang panjang tapi bermakna. Insya Allah setiap kejadian pasti ada hikmahnya, Ayah dan Ibu selalu akan menjadi inspirasi cinta dan benci dalam hidup, manis dan pahit dalam dunia, serta tawa dan tangis dalam bahagia.  Ketika tangan lembut seorang ibu tak selamanya membelai halus wajahmu, ketika tangan yang kekar seorang ayah tak selalu ada memeluk dengan hanga, tapi ketahuilah satu hal mereka selalu ada memeluk kita dalam doanya, memohon tangan Tuhan yang Maha Lembut dan Kekar menjaga kita dalam derasnya lantunan doa da…