Sabtu, 29 Maret 2014

Jingga yang merona orange, memberikan arti lain dari seorang penulis jingga,

hai jingga, aku di sini kembali menulis tentangmu,
Engkau terlihat angkuh dan mempesona,
mau tahu hal apa yang aku lakukan ketika aku menulismu?
Aku duduk di sebuah jendala tanpa kaca,
yang tepat mengarah ke hadapannya,
kali ini aku berani kan melihatmu langsung,
aku berani memandang wajahmu langsung,
bukan lagi dari sisi sampingmu, atau bahkan dari sisi gelapku.

Kali ini aku bercerita tentang betapa lemahnya dirimu.
Aku yang selama ini menulis semua keindahanmu sudah jengah,
karena begitu banyak kata-kata indah yang aku pilihkan untuk membingkaimu
dalam sebuah figuraku.

Orang di sana, tak akan tahu betapa indahnya dirimu
bila aku tak menulismu,
selama aku tak menulis tentangmu, kamu terlihat memudarkan
karena aku yang sebelumnya selalu mengingatkan orang di sana
betapa mempesonanya dirimu dalam tulisanku.
Tak bisa kan kamu tanpaku :)

Tenang saja jingga,
penulismu ini tak pernah berhenti mengagumimu.
Aku tidak peduli dengan apa kata orang di sana.
Karena dengan menulismu aku berada di NEVERLAND ku sendiri.
Dimana aku bisa menjadi diriku sendiri.
Karena hanya dengan menulismu, aku bisa tetap dekat denganmu.

Untukmu, Lukisan sang Ilahi, Langit Sore, Jingga....

pict: google.com

WELCOME BACK PENULIS JINGGA !!!!! ^_^


March, 29 2014 2:20 pm

Harga mati untuk sebuah cinta adalah pengorbanan.

Jangan pernah keluhkan seberapa besar pengorbanan yang telah kamu lakukan untuk pasanganmu bila kamu  masih menginginkan sebuah balasan darinya.
Bukankan cinta itu tak bersyarat?

Semua itu adalah sebuah sebab-akibat, seperti kebaikan atau ketulusan yang kamu berikan kepada pasanganmu akan kamu dapatkan suatu hari nanti meskipun bukan sekarang bisa langsung kamu rasakan. Tetapi ketika kamu mendapatkan yang sebaliknya dari apa  yang telah kamu berikan kepada pasanganmu, percayalah dia bukan terbaik untukmu. Jangan pernah berfrikir keburukan perilaku yang kamu dapatkan itu sebuah karma atau kutukan-kutukan menakutkan lainnya, ini hanya ujian Tuhan kepadamu sejauh mana kamu bisa menghadapinya.( Kamu pernah menghadapi yang lebih berat dari ini kan, kali ini kamu pasti bisa menghadapinya sendiri. :) )

Cinta seseorang kepada kekasihnya adalah karena dia ingin mendapatkan balasan yang serupa yang dia berikan kepada pasangannya adalah ketidaktulusan.

Pada dasarnya ,saya sendiri belum paham apa itu Cinta yang sebenarnya. Yang saya tahu cinta itu memberi tanpa harus diminta, mengerti tanpa harus dijelaskan.
Bila cintamu tak tahu tentang apa yang ada dihatimu sekarang, precayalah mungkin suatu saat nanti dia akan sadar betapa kamu orang paling dibutuhkannya. Dan ketika saat itu datang yakinilah, kamu telah menemukan cintamu yang lain yang lebih tepat mendapatkan ketulusan cinta darimu.

Jangan pernah takut untuk berkorban, terus jalani jalanmu, yakini hatimu, dan kerjarlah mimpimu. Akupun begitu :')