Jingga yang merona orange, memberikan arti lain dari seorang penulis jingga,

hai jingga, aku di sini kembali menulis tentangmu,
Engkau terlihat angkuh dan mempesona,
mau tahu hal apa yang aku lakukan ketika aku menulismu?
Aku duduk di sebuah jendala tanpa kaca,
yang tepat mengarah ke hadapannya,
kali ini aku berani kan melihatmu langsung,
aku berani memandang wajahmu langsung,
bukan lagi dari sisi sampingmu, atau bahkan dari sisi gelapku.

Kali ini aku bercerita tentang betapa lemahnya dirimu.
Aku yang selama ini menulis semua keindahanmu sudah jengah,
karena begitu banyak kata-kata indah yang aku pilihkan untuk membingkaimu
dalam sebuah figuraku.

Orang di sana, tak akan tahu betapa indahnya dirimu
bila aku tak menulismu,
selama aku tak menulis tentangmu, kamu terlihat memudarkan
karena aku yang sebelumnya selalu mengingatkan orang di sana
betapa mempesonanya dirimu dalam tulisanku.
Tak bisa kan kamu tanpaku :)

Tenang saja jingga,
penulismu ini tak pernah berhenti mengagumimu.
Aku tidak peduli dengan apa kata orang di sana.
Karena dengan menulismu aku berada di NEVERLAND ku sendiri.
Dimana aku bisa menjadi diriku sendiri.
Karena hanya dengan menulismu, aku bisa tetap dekat denganmu.

Untukmu, Lukisan sang Ilahi, Langit Sore, Jingga....

pict: google.com

WELCOME BACK PENULIS JINGGA !!!!! ^_^


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 5

Cinta Tak Harus Memiliki (?)