Part 3




Aku percaya suatu saat akan ada masa di mana aku harus memperjuangkan cintaku. Tapi bukan untuk saat ini, aku masih nyaman dengan status single yang aku sandang beberapa tahun terakhir ini. Kalau hanya merubah status single menjadi berpacaran, bisa saja aku lakukan kapanpun aku mau, tinggal pilih mana cowok yang sudah mengantri menjadi pacarku. Ahahaha,,, wanna puke ?

Aku bukan orang seperti itu. Menjalin hubungan dengan orang itu adalah hal yang sakral buat aku, bukan hal biasa. Bagiku, tidak mudah menyatukan dua hati yang berbeda,khususnya berbeda tujuan. Pernah beberapa kali aku menjalin hubungan (pacaran) dengan beberapa pria . Tidak pernah berjalan lama, tidak ada yang membekas sampai ke hati. Karena mungkin mereka bosan dengan apa yang ada pada denganku. Ya, memang benar aku membosankan. Jangankan seorang pacar, seorang sahabatpun aku tak punya. Karena aku tidak mudah menerima seseorang yang baru dalam hidupku apalagi bisa percaya dengan orang lain, itu sulit bagiku.
Aku lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga ketika aku sedang tidak sibuk bekerja dari pada pergi hangout, dugem, nonton, atau bahkan jalan-jalan di mall .Ternyata aku memang tidak suka keramaian, bising, hiruk pikuk gemerlap kehidupan di kota, aku tak suka. Ironis memang, aku yang sekarang sungguh sangat kontras dengan aku yang dulu. Aku yang sekarang pendiam, dan kurang suka bersosialisasi malah ditempatkan di kantor jurnalistik yang harus bertemu dengan banyak rekan kerja. Sebenarnya akupun tidak begitu menyukai pekerjaan ini, tapi seiring berjalannya waktu aku mencintai pekerjaanku ini.

@KantorJurnalistik

Hal menyenangkan yang selalu aku lakukan ketika sampai di kantor dan kepagian adalah membuat hot chocolate kesukaannku. Coklatnya yang mampu menyihir perasaan orang yang meminumnya menjadi lebih baik. Uhm, ya mungkin begitu. Paling tidak ada satu ritual pagi hari yang bisa aku jadikan moodboster hari itu.
Hari itu akan banyak sekali schedule meeting dan presentasi untuk project baru. Semua yang diperlukan untuk kegiatan mendebarkan itu sudah siap rapi aku simpan di dataku. Semoga hari itu lancar dan berakhir bahagia, uhm ?* maksud aku semoga hari itu bisa berakhir di cafe langganan dan menghabiskan secangkir kopiku di sana.Bahagiaku itu. :)

Tepat, jam kantor usai, aku tidak langsung merapikan meja kerjaku. Ku biarkan file-file meeting tadi tetap menghiasi meja kerjaku, berantakan sih, tapi itu seninya. Telfon kantor tiba-tiba berdering membuyarkan keasikanku bercengkrama dengan keyboardku. “Halo,,,dengan bu Rena?',suara diseberang menyapa dengan backsound knalpot motor dan deruman mobil-mobil berseliweran langsung aku mengenali suara security kantor.”Iya saya sendiri,,,kenapa pak ?”, balasku dengan tetapan mata tak lepas dari layar monitor. “Bu Rena, ada tamu yang mencari anda bu, sedang menunggu di pos satpam depan.”*Deg* tiba-tiba ada yang aneh masuk ke dalam dada, membuat jantung sempat berhenti sepersekianribu detik dan kemudian berdetak kembali, itu membuat aku sulit bernafas.Segera aku menghentikan aktifitasku dan bergegas merapikan meja kantor.

Ku tarik blazer coklatku yang aku letakkan di punggung kursi kerjaku, merapikan sedikit rambutku dan kemudian bergegas menuju lift. Aneh, padahal aku tidak tahu siapa yang sedang menungguku di depan kantor, kenapa aku bisa se-excited ini ? Heloow, Rena...be rasional pls,,, (gumamku dalam hati).
Sampai di depan pos security, aku melihat sesosok makhluk bernama Reno sedang asik bercengkrama dengan pak security.

“Ouh, kamu to Ren?”, sedikit nada kecewa keluar dari mulutku tanpa tedeng aling-aling, membuat Reno menghentikan aktifitas berguraunya dengan pak security dan melihatku. “Kenapa Ren, kecewa ya melihat ternyata yang jemput kamu itu aku”,Reno cekikikan melihat ekspresiku.”Kita kan janjian di Cafe kemaren, kenapa kamu ke sini?.”
“Abisnya kamu lama sih, udah berakar aku di cafe itu,” masih dengan senyum lebarnya.
“Yaudah kita mulai di mana ngerjain tugasmu itu?”,tanyaku sedikit malas.
“Dihatimuuuuuu,,,,,,”,Reno semakin terkekeh melihat muka masamku. GARING.
Tak kuhiraukan celetukan Reno sambil lalu.

@Cafe

Dua moccachino dan dua pancake sudah tersaji di meja. Reno tengah serius dengan keyboard laptopnya dan aku di sebelahnya. Membenarkan satu dua slide show yang akan dipresentasikan pekan depan. Pikirku, rajin benar ini orang, padahal presentasi masih minggu depan tapi dia persiapkan semuanya jauh-jauh hari seperti mau presentasi sebuah project baru.

Biasanya untuk sebagian mahasiswa cowok kebanyakan kurang memperhatikan tentang tugas-tugas kuliah, biasa mengerjakan di hari-hari Deadline tiba. Bukan hanya kaum lelaki saja tetapi bebarapa mahasiswi pun melakukan hal yang sama. Seperti akupun juga begitu. Karena ada tantangan tersenderi mengerjakan tugas di detik-detik Deadline, dan itu luar biasa berdebar rasanya. Seperti otak dipaksa untuk mengeluarkan semua kemampuannya untuk menghasilkan sebuah tugas yang sempurna. Dan ide-ide konyol selalu datang entah dari mana asalnya. Senyum-senyum sendiri aku mengingat masa-masa dikejar-kerja Deadline tugas.

Aku masih asik dengan lamunanku ketika Reno diam-diam memperhatikanku. Sial ! Neh anak bikin aku salah tingkah. Tatapannya membuat aku reflek menunduk karena tidak bisa tahan lama memandang mata itu. Mukaku memerah. Deg.Kenapa sih Reno ini?

Setelah pertemuan itu, hari-hari berikutnya Reno rajin menghubungi nomer ponselku, sekedar menyapa, telfon ,sampai akhirnya janjian untuk makan siang atau makan malam di kafe langganan. Dan, sebulan mengenal makhluk alien ini membuatku seperti mempunyai dunia yang baru.Sepertinya aku sudah masuk ke dalam spesies alien ini , Reno. :D

Pertemuan yang tidak pernah aku sangka sebelumnya, pertemanan yang baru mau jalan 3 bulan, dan intensitas pertemuanku dengan Reno yang bisa dibilang seperti orang minum obat setiap hari selama 3 bulan itu membuatku mulai nyaman dengan makhluk langka itu. Reno mampu mengubah hidupku yang tadinya hanya hitam dan putih, kini dia tambahkan lagi warna orange, nila, tosca, navy, dan warna-warna kombinasi lainnya. Dan ternyata aku menyukai perubahan baru dalam hidupku ini.

“Heh, Reno,kamu kok keseringan sama aku, ntar lama-lama kamu suka lagi sama aku,” gurauku ke pada Reno yang tengah asik melihat-lihat hasil potretannya siang itu.

“Kalo emang iya gimana?”, celetuknya masih dengan mata yang tak lepas dari kamera.

“........”, aku mendadak terdiam.

“Kenapa kok diam?”

“........”, aku semakin bungkam.

“Ahahahhha,,,,Rena, rena, aku bercanda tauukkkkkk”,celotehnya semakin membuat hatiku ketika itu semakin tak karuan.

Bercanda ya? Cuman bercanda ya?
Kenapa? Seharusnya aku senang donk, Reno gak beneran suka sama aku, seharusnya aku bahagia donk, karena satu makhluk alien akan menghilang dari kehidupanku, karena mungkin tak lama lagi Reno akan punya pacar dan akan lebih sibuk dengan pacarnya dari pada meladeni perempuan jutek dan aneh sepertiku. Dan hidupku akan kembali normal seperti biasanya kan. Yang tenang dan gak ribet karena ada Reno. Tapi,,,,,,, kenapa aku sedih ? Seperti bunga yang sudah siap mekar, tapi kemudian layu karena tak ada lagi matahari untuknya berfotosintesis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Tak Harus Memiliki (?)

Part 5