"Seperti burung yang harus terbang tinggi tapi sebenarnya dia takut ketinggian, seperti ikan yang seharusnya mengarungi samudra padahal dia takut akan derasnya ombak, seperti aku yang berjalan dengan satu kaki padahal aku harus mendaki gunung yang tinggi."

Bukan ingin menjadi perempuan cengeng atau manja, bukan lagi seorang gadis kecil yang kadang harus ditatih untuk berjalan. Bukan, ini Anita sedang mengalami suatu proses hidup yang tidak mudah tapi berkesan, yang panjang tapi bermakna. Insya Allah setiap kejadian pasti ada hikmahnya, Ayah dan Ibu selalu akan menjadi inspirasi cinta dan benci dalam hidup, manis dan pahit dalam dunia, serta tawa dan tangis dalam bahagia. 
Ketika tangan lembut seorang ibu tak selamanya membelai halus wajahmu, ketika tangan yang kekar seorang ayah tak selalu ada memeluk dengan hanga, tapi ketahuilah satu hal mereka selalu ada memeluk kita dalam doanya, memohon tangan Tuhan yang Maha Lembut dan Kekar menjaga kita dalam derasnya lantunan doa dari mereka. 
Mereka adalah inspirasi dalam hidup, mereka adalah pelajaran berharga dalam nanti aku mengarungi bahtera rumah tangga. Mungkin memang tidak seindah jalan keluarga yang lain, tapi mereka adalah lentera dalam duniaku yang masih gelap dan akan selalu ada ketika aku membutuhkan lentera itu.

Note: belum pernah foto bersama bapak dan ibu secara barengan, mungkin nanti suatu saat nanti akan ada waktu untuk kita :')

: ini foto diambil pas lebaran bulan Agustus 2013

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 5

Cinta Tak Harus Memiliki (?)