Follow Us @soratemplates

Senin, 03 Juni 2013

Juni 03, 2013 2 Comments
Dear, Jingga...
Entah, ini sajak  keberapa yang telah aku tulis untukmu, tentang indahmu,pesonamu, dan diammu.
Aku seperti kehilangan hati,
saat kauu memutuskan untuk pergi,,,
Aku seperti kehilangan mimpi,
saat kau tak inginkanku bersajak kembali.
Engkau yang selalu bilang jika hati ini tegar,
dan engkaupun tetap ingin memudar.
Aku hanya bisa menulis tetangmu,
Karena hanya dengan menulis tetangmu
adalah caraku mnenyatu dengan jiwamu,
dekat, meskipun fatamorgana


-Nita-



Minggu, 02 Juni 2013

Juni 02, 2013 0 Comments


Aku Di sini untuk menemanimu

mendukungmu, menghapus lukamu.Aku, ada di sini untuk memberimu ,menjagamu ,menghapus tangismu,  

    Jangan pernah takut untuk berjalan sendiri di lorong waktu yang gelap       karena aku akan menjadi lilin   

   yang membantumu menemukan jalanmuTapi, sering kali kau abaikan,seringkalu tak kau hiraukansemua pesan-pesan yang ku berikan



Juni 02, 2013 0 Comments
Aku akan tetap bernyanyi,
meskipun tak ada lagi petikan gitarmu di sini...
Aku akan tetap berpuisi,
meskipun tak ada lagi bait-bait indah tentangmu menemani,,,
Biarkan aku liar dengan rasaku ini,
berdansa dengan perasaan yang bebas dan berani,,,
tak ada yang bisa mematikan rasaku ini,
termasuk dirimu sang penghuni hati.

Jumat, 10 Mei 2013

Mei 10, 2013 0 Comments
Teman,,,
ketika kekasihmu mulai mengabaikanmu dan cuek padamu, sesungguhnya dia itu sedang mencari perhatianmu, karena kamu sudah terlalu sibuk dengan dirimu dan duniamu,,,,
jangan kamu membalas mengabaikannya, tapi berilah perhatianmu ,,, dan dia akan kembali padamu :)))))

Minggu, 05 Mei 2013

Mei 05, 2013 0 Comments
Dear Jingga,,,,

Sekarang aku menyerah,,,
tidak bisa lagi aku melukismu dalam gelapku,
mendengarmu dalam diamku,,,
aku lelah,,,,
mungkin ini saatnya aku berhenti,,
tapi jingga,,,
bila aku tak melukismu lagi,,
akankah ada warna lain lagi yang akan bisa aku lukis
selain dari indah warnamu?



-anita-

Minggu, 28 April 2013

April 28, 2013 0 Comments


Rindu Jingga


Percakapan sore itu membuat aku tahu apa yang sebenarnya membuat langit mendung enggan tersenyum kembali.



Jingga yang seharusnya mewarnai langit tapi tak bisa lagi membagi indahnya kepada penghuni langit. Aku terdiam saat sang langit menampakkan kesedihan itu, jelas terlihat di wajahnya.


Apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak manusia yang tak tahu caranya bagaimana membuat Jingga kembali seperti sedia kala.
Keindahannya dulu yang selalu mewarnai langit sore di kaki gunung tertinggi,



Aku terpaku melihat kejadian yang dialami penghuni langit sore itu....




Tiba-tiba, sang langit menumpahkan segala kesedihannya, yang ada hanya mendung gelap dan hujan deras dari mata sang langit...




Aku,,,, tetap berdiri di sana, ikut merasakan langit yang kehilangan Jingganya.... 


April 28, 2013 2 Comments



"Seperti seringai senyum sang mentari ketika aku mulai menulis (lagi ) tentang mu.
Jingga yang sempat meredup, kini merona kembali .
Tapi kali ini berbeda .....
hanya sekedar fatamorgana, tak lebih dari sebuah bayangan...
hanya bisa dilihat... tak bisa disentuh..."